BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS �
Tiada Istimewa Melainkan Kelemahan Diri dan Segala Kebaikan Yang Wujud Dari Kepunyaan ILAHI. Hanya Kepada DIA Segala Penggantungan & Penyerahan Hidup dan Matiku.

05 Oktober 2010

..~Berakhirnya Duka Dengan Bahagia~..

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rujukan: AGAR menjadi PRIBADI yang RENDAH HATI dan DISENANGI



Ada seorang sahabat yang menemui seorang pemimpin yang alim, kaya dan sholeh.
Dia orang yang sangat sopan, terkenal menghargai setiap orang dan mempunyai pribadi yang sangat menyenangkan.

Ketika ditanya oleh sahabat tersebut apa TIPS agar dia mempunyai pribadi yang MENYENANGKAN, RENDAH HATI dan DISENANGI banyak orang, pemimpin yang sholeh itu menjawab:

” Saudara , saya SELALU mengHARGAi SETIAP ORANG, siapapun dia, dan saya SELALU mengHARGAi setiap KESEMPATAN”


  • "Jika saya berjumpa dengan ANAK-ANAK, saya menganggap anak-kanak itu LEBIH MULIA daripada saya, karena anak-kanak ini BELUM BANYAK melakukan DOSA daripada saya.”
  • ” Apabila saya bertemu dengan ORANG TUA, saya menganggap dia LEBIH MULIA  daripada saya karena dia sudah LEBIH LAMA  berIBADAH."
  • ”Jika saya berjumpa dengan ORANG ALIM, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena BANYAK ILMU yang telah mereka pelajari dan ketahui."
  • "Apabila saya berjumpa dengan RAKYATku, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena dia tidak akan DIMINTA PERTANGGUNG JAWABAN seberat saya, dan mungkin di mata Allah dia LEBIH MULIA karena lebih berTAKWA."
  • ”Apabila saya melihat ORANG JAHIL (BODOH), saya menganggap mereka LEBIH MULIA daripada saya karena mereka membuat DOSA dalam keJAHILan, sedangkan saya membuat DOSA dalam keadaan MENGETAHUI."
  • ”Jika saya melihat ORANG JAHAT, saya TIDAK menganggap kita LEBIH MULIA karena mungkin satu hari nanti dia akan INSAF dan BERTAUBAT atas kesalahannya sehingga dia DICINTAI oleh Allah."
  • ”Apabila saya bertemu dengan ORANG KAFIR, saya mengatkan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan DIBERI HIDAYAH oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan DIAMPUNI oleh Allah.”


Dan...
Karena sesungguhnya kita TIDAK TAHU apakah AKHIR HIDUP kita lebih LEBIH MULIA atau LEBIH HINA dari mereka.


Karena sesungguhnya kita TIDAK TAHU apakah kita akan mendapat AMPUNAN dan RAHMAT dari Allah sehingga nantinya menjadi penghuni SURGA, atau sebaliknya kita pada akhirnya TERPEROSOK  dalam DOSA di AKHIR HIDUP kita sehingga akhirnya masuk ke dalam NERAKA dan mereka SEBALIKNYA.


Karena KEMULIAAN yang sesungguhnya adalah bila dia selamat dari NERAKA dan dimasukkan oleh Allah ke dalam SURGA.


 Karena KEHIDUPAN DUNIA adalah FATAMORGANA yang MENIPU, dan  hanya Allah yang mengetaui KEMULIAAN seseorang."


Dan karena sesungguhnya Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam telah bersabda  (dari Abu Abdurahman Abdullah ibn Mas'ud ra) :


”Sesungguhnya seseorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari berupa air mani. Kemudian 40 hari menjadi segumpal darah, kemudian 40 menjadi sepotong daging.


Kemudian diutuslah seorang Malaikat untuk MENIUPKAN ROH kepadanya dan diperintah dengan 4 (macam) perintah, yaitu meNULISkan REZEKInya, AJALnya, AMALnya, dan CELAKAnya atau BAHAGIAnya.


Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI SURGA hingga tiada jarak antara dirinya dengan SURGA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI NERAKA, maka masuklah dia ke NERAKA.


Dan (ada pula) seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI NERAKA hingga tiada jarak antara dirinya dengan NERAKA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI SURGA, maka masuklah dia ke SURGA”


(HR. Bukhari, Muslim)


Akhirnya dengan mengangguk-angguk sahabat tadi berkata : "Subahnallah dengan HIKMAH ini semoga Engkau akan selalu MEMULIAKAN orang lain dan MEMULIAKAN KESEMPATAN , sehingga akan  DIMULIAKAN oleh Allah subhanahu wa ta'la"
Pemimpin tersebut menjawab : "Amin yaa Rabbal 'aalamiin"


Wallahu a'lam bish showab
Semoga dapat mengambil HIKMAH dan mengamalkannya




"Siapa yang akan diberi kebaikan (nikmat) oleh Allah diberikannya penderitaan (lebih dahulu)."
~(H.R.Bukhari)~

*Damaikan Kedukaan Hatimu Permaisuri*

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Tabahlah Jiwamu Permaisuri Mujahidah Solehah,
Tenanglah Hatimu Pembela agama Allah,
Setiap Kegagalan Mahupun Kekalahan,
Perlu Dibentengi Kekuatan & Kesabaran..
InsyaAllah Hidupmu Beroleh Kejayaan,
Sematkan Azam Yang Dibawa Nabi Junjungan,

Sesungguhnya DIA Lebih Mengetahui Taqwa HambaNya
Menggunung Tinggi Kepatuhan kebangkitan IMAN kepada Pencipta.


7x Setiap Selesai Solat Fardhu - Ketenangan Jiwa & Hati
"HasbiYaAllahu La Ilaha Illahu Wa Rabbul Arsyil Azim"

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Ertinya: Kemudian jika mereka berpaling ingkar, maka Katakanlah (Wahai Muhammad): "Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; kepadanya Aku berserah diri, dan Dia lah Yang mempunyai Arasy Yang besar." (Surah At-Taubah: Ayat 129)


"Bacalah Al-Quraan kerana sesungguhnya Al-Quraan itu nanti pada hari kiamat akan datang untuk memberi syafaat kepada orang yang membacanya.."
~(H.R.Muslim)~

04 Oktober 2010

'Dimanakah Kasih Sayang & Keprihatinan Yang Diberi'~

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pengalaman di pusat asuhan kanak-kanak..membuka mata hati untuk menyingkap rahsia disebalik penjagaan anak-anak saudara seislam. Tidak mampu untuk mengatakan, pilu melihat keadaan insan kecil ini.. Secara tidak langsung menganjakkan persepsi memikir masa depan generasiku akan datang.

Apakah tanggungjawab di luar rumah membatasi masa dan prioriti ibu ayah kepada anak-anak dalam proses pertumbuhan @ peningkatan?

Terpana seketika melihat anak-anak yang ditinggalkan atas urusan mencari rezeki dan keperluan kehidupan.

Alhamdulillah..jika tempat yang dicari baik..maka perkembangan mereka juga turut mengikut menjadi sihat. Malah yang paling membimbangkan, apabila ibubapa sibuk dengan kerjaya, si kecil mula kurang mendapat perhatian. Malangnya lagi bila anak-anak menjadi mangsa kepada arus kemodenan kini. Bergaul dengan rakan-rakan yang membawa pengaruh samaada negatif atau positif.

Melihat kepada situasi didikan di tadika..anak-anak diasuh dari awal untuk membaca doa sebelum dan selepas belajar, makan & minum ..serta pelbagai doa harian sebagai amalan orang Islam. Namun, sejauhmanakah keberkesanan dalam mengamalkannya sepanjang kehidupan? Disinilah ibubapa berperanan memeriksa dan mengkaji kembali akhlak dan pendidikan anak-anak.

Tidak dinafikan dunia kini memerlukan kemampuan untuk terus membina kehidupan... pada masa sama, asas pembentukan dan ikutan anak-anak juga perlulah seiring dengan syariatNya agar tidak alpa dengan pengaburan dunia yang fana'.

"Anak anugerah Allah dan asuhan yang sebaik-baiknya adalah bermula dari rumah" Mula mengamalkan sunnah dan halaqah juga usrah sesama ahli keluarga. Bersama memperbaiki ke arah kebaikan dalam mengejar rahmat Allah dan pemerhatianNya.

Semoga kita semua tidak termasuk dibawah golongan orang-orang yang rugi.



"Budi pekerti yang baik mencairkan dosa seperti air mencairkan gumpalan salji, sedangkan perangai buruk merosak amal salih seperti cuka merosak madu."
~(H.R.Al-Baihaqi)~

^Wahai Generasi Agamaku!^

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sayu hati bila terpaksa buat pilihan antara hendak teruskan pengorbanan demi anak-anak atau tidak kerana nasihat ibubapa. Walaubagaimanapun ingatan terhadap bekas-bekas penghibur hatiku tidak dapat dinafikan seringkali menjengah ruang mata, menyinggahi hati dan bermain difikiran.

"Cikgu datang, ustazah datang....(dengan keriuhan suara itu setibanya dipagar taska/tadika)" tidak mungkin mudah untuk dilupakan.

"Ingat cikgu tak datang lagi..". Begitulah terpancar sinar dari wajah suci anak-anak ini.

Merenung setiap tingkah laku anak-anak yang bebas dari dosa dan noda ini membuatkan hati tersenyum dan gembira. Segala masalah kekusutan..hilang seketika setibanya kehadiran mereka. Terbayang detik bersama, melihat kerenah pembelajaran dan perkembangan si kecil..walaupun cuma seketika diizinkanNya untuk bersatu bawah satu tujuan.

Indahnya ciptaanMu RABB, Kayanya ilmu dan ciptaan yang Engkau turunkan buat insan bernama hamba.

Bagaimana untukku mengatakan tidak kepada pengorbanan yang manis ini...berjuang demi pejuang-pejuang Islamku...namun semua ini apakah hanya pada angan-angan atau lontaran semangat ku yang terkubur jauh? Menjadi seorang ummi/guru buat mujahid/mujahidah agamaku?

Tertanam perasaan itu..tetapi sukarnya untuk bertemu titik yang menyatukan hajat ini. Apakah ini ujian dan cubaanMu Ya Allah.. keinginan dan harapan untuk bangkit menjadi khalifah menyampai kebenaran. Setiap kali kaki melangkah ditemani jiwa yang tidak pernah gundah untuk menelusuri jalan itu..ada pula asbab yang menjadikan ianya berhenti tanpa kata-kata. Sesungguhnya manusia itu dijadikan terbatas pemikiranNya..dan  sebaik-baik aturan adalah dari Ilmu dan taqdir (qada' qadarNya).

Tidak mampu untuk ditafsirkan apakah yang bermain diminda melain seusai doa dan munajatku mengharapakan impian yang diperolehi adalah dari keberkatan dan keredhaanMu. Memang ujian itu satu rahmat. Sesungguhnya dengannya, jiwa ini kembali muhasabah dalam mentarbiyah diri menjadi hamba yang bersyukur dan redha dengan ketentuanMu.
 
Mengapa, bagaimana dan dimana...semua itu dalam rahsiaMu..oleh sebab itu, bagi mereka yang tawakal..sebaik-baik penyerahan kepada ketentuan adalah Yang Maha Pencipta. Teruskan pelayaran anak-anak agama dan bangsaku agar suatu hari antum bakal menjadi pembimbing dan pemangkin ketamaduan Islam yang gemilang  berjaya didunia dan akhirat.  

Semoga Allah menempatkan hati-hati dan kehidupan berlandaskan taufiq dan inayahNya buat seluruh umat Muhammad.


"Doa seseorang itu akan selalu dikabulkan selama ia tidak terburu-buru, dimana ia mengucapkan, 'Saya telah berdoa kepada Tuhan tetapi Tuhan tidak memperkenankan doa saya.'"
~(H.R.Bukhari & Muslim)~

15 September 2010

"~;Keaiban Silam Rahsiakan atau Hebahkan??:~"

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته



Setiap insan pasti punyai kenangan dan kisah lalu mereka. Apalagi kehitaman dimasa silam yang sering menganggu jiwa menjadi dalam keadaan ketakutan dan kebingungan bagi indivbidu untuk meneruskan kehidupan akan datang. Belajar dari kesilapan, perbaiki daripada kelemahan.

Hari ini kita mampu mengecapi kehidupan yang lebih teratur dan bermakna atas ketentuan taqdir (Qada' & Qadar).. dan perlunya yang lepas dijadikan ikhtibar juga tauladan menongkah arus berliku kelak. Daripaada kesalahan...bermuhasabah dan iktiqad melalui hati untuk menjadi yang lebih baik

Namun... sejauhmana kisah lampau terhijab tanpa disingkap dan diperluaskan setelah taubat dan keinsafan menjernihkan hati dan membaluti diri. Apakah untuk dihebahkan, diceritakan, dirahsia atau dipendam?



Mari sahabat sekelian, kita ambil intipati daripada penyampaian ini. Semoga beroleh manfaat dan bimbingan buat diri dan seluruh umat Islam yang dikasihi Allah.


Dizaman Umar pernah berlaku seorang wanita telah berzina, kemudian dia telah pun dihukum dengan 100 kali sebat, kemudian dia telah bertaubat, lalu datang seorang yang ingin meminangnya. Ditanyakan kepada Umar apakah dia perlu beritahu yang di pernah berzina? Umar jawab, rahsiakan...

Rasulullah SAW bersabda:
"Semua umat ku selamat kecuali orang yang terang-terangan melakukan dosa. Dan termasuk terang-terangan itu adalah seorang yang melakukan dosa di waktu malam gelap mendadak pagi-pagi diceritakan kepada orang lain. Padahal semalam Allah telah menutupi dosanya itu tetapi setelah paginya dia membuka apa yang Allah tutup itu." (HR Bukhari dan Muslim) "Tiada seorang yang menutupi aurat( keaiban) orang di dunia, melainkan Allah akan menutupi keaibannya di hari kiamat."
(HR Muslim)

Firman Allah;

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui."
(Surah An-Nuur: Ayat 19)



Rakan-rakan seagamaku...

Allah amat murka kepada mereka yang menyebarkan keaiban di dalam masyarakat. Sehingga disebabkan mereka maka masyarakat menganggap kejahatan itu merupakan suatu yang biasa dan masyarakat merasa tidak aman daripada buah mulut orang lain.

Oleh sebab itu, Allah SWT mengharamkan mengumpat sebagaimana yang difirmankan di dalam ayat berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. Suka kah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
 (Surah Al-Hujuraat: Ayat 12)

Keaiban kadangkala dianggap suatu yang baik untuk dikongsi di atas banyak sebab, antaranya untuk melepaskan tekanan perasaan, untuk menimbulkan rasa insaf, sebagai pelajaran bagi orang lain, untuk menjadikan diri dipandang mulia, memberi alasan dan sebagainya. Atas apa alasan pun, membocorkan keaiban merupakan suatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul.

Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim yang lain. Dia tidak menganiayanya dan tidak pula membiarkan dia teraniaya. Siapa yang menolong keperluan saudaranya maka Allah akan menolong keperluannya pula. Siapa yang menghilangkan kesusahan seorang Muslim, Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari kiamat. Dan siapa yang menutup keaiban seorang Muslim, maka Allah SWT akan menutup keaibannya di hari akhirat."
(HR Bukhari)



"Siapa yang merosakkan nama baik atau harta benda orang lain, maka minta maaflah kepadanya sekarang ini, sebelum datang hari di mana mata wang tidak laku lagi. Kalau ia mempunyai amal baik, sebahagian dari amal itu akan diambil sesuai dengan kadar aniaya yang dilakukannya. Seandainya ia tidak mempunyai amal baik maka dosa orang lain itu diambil dan ditambahkan kepada dosanya."
(HR Bukhari)


"Tiada seorang yang menutupi aurat( keaiban) orang di dunia, melainkan Allah akan menutupi keaibannya di hari kiamat."
(HR Muslim)


Bahkan, keaiban yang dilarang untuk diceritakan itu bukan cuma keaiban orang lain. Keaiban diri sendiri juga harus dan perlu ditutup oleh setiap orang.

Rasulullah SAW bersabda:
"Semua umat ku selamat kecuali orang yang terang-terangan melakukan dosa. Dan termasuk terang-terangan itu adalah seorang yang melakukan dosa di waktu malam gelap mendadak pagi-pagi diceritakan kepada orang lain. Padahal semalam Allah telah menutupi dosanya itu tetapi setelah paginya dia membuka apa yang Allah tutup itu."
(HR Bukhari dan Muslim)


Keburukan dan kelemahan seseorang yang disebar-sebarkan akan menimbulkan perpecahan dan sangka buruk di dalam masyarakat. Perasaan ukhuwwah akan hilang dan digantikan dengan perasaan benci-membenci dan saling menaruh perasaan dendam. Biasanya seseorang yang membuka keaiban diri kepada orang lain akan menggoda orang yang mendengar untuk membuka keaiban dirinya pula untuk memberi nasihat atau sekadar balasan perkongsian tadi. Kalau tidak pun orang yang mendengar akan mula berburuk sangka atau termotivasi untuk melakukan perbuatan yang sama.

Seandainya keaiban tadi adalah keaiban orang lain pula, maka itu sudah masuk ke dalam kategori mengumpat dan seperti yang Allah fimankan tadi, perbuatan itu diumpamakan seperti memakan daging saudara kita yang telah mati. Jelas perbuatan ini merupakan punca perpecahan dan perbalahan sesama muslim. Bahkan, seperti juga membuka aib sendiri, membuka keaiban orang lain juga memotivasi orang yang mendengar untuk berkongsi keaiban orang lain yang dia ketahui juga. Maka tersebar luaslah keburukan dan keaiban di dalam masyarakat sehingga terbuka luaslah pintu-pintu kehancuran, fitnah dan perpecahan di dalam masyarakat. Setiap orang mempunyai keaiban dan tidak ada seorang pun yang terlepas dari melakukan kesalahan.

Rasulullah SAW bersabda,
"Setiap daripada kamu adalah orang yang berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat."
( HR Ahmad)

Maka, selagi mana perbuatannya itu tidak dilakukan secara terang terangan maka perlakuan itu haruslah dirahsiakan dan dia tidak dihukum disebabkan dosanya itu.

Dari Umar bin Khattab ra, katanya
"Manusia pada zaman Rasulullah SAW berhukum dgn dasar wahyu, dan sekarang wahyu telah tidak turun lagi, sekarang kamu kami hukum dengan menurut apa yang nyata bagi kami tentang kerja mu. Barang siapa yang nyata bagi kami baik, kami amankan dan kami benarkan. Kami tiada mengetahui sesuatu yang dirahsiakan, hanya tuhan yang menghitung yang dirahsiakannya itu. Siapa yang nyata bagi kami jahat, tidak kami amankan dan tidak kami benarkan, walaupun dia mengatakan bahawa yang dirahsiakan hatinya baik.
(HR Bukhari)

Bahkan barangsiapa yang melakukan kesalahan yang sepatutnya dijatuhi hukuman hudud sekalipun ke atasnya, lalu Allah menutupi keaibannya itu, maka dia seharusnya menyembunyikan keaibannya itu lalu bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang melakukan kesalahan hudud lalu disegerakan hukumannya di atas dunia, maka adalah Allah terlalu adil untuk mengenakan padanya hukuman kali kedua di akhirat. Barang siapa yang melakukan kesalahan hudud lalu kesalahannya ditutup oleh Allah SWT, sehingga dia terlepas darinya, maka Allah adalah teramat pemurah untuk menghukum orang yang telah dilepaskan dari hukuman oleh-Nya."
(HR Ahmad, dia berkata hasan gharib. Al-Hakim, dia berkata sahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim)

Prof. Dr. Yusuf al-Qardhowi menulis di dalam bukunya Taubat bahawa seseorang yang melakukan dosa-dosa seperti zina, minum arak, dan sebagainya yang tidak melibatkan kezaliman terhadap orang lain, maka dia harus menyembunyikan kesalahannya itu. Tidak perlu diakui di hadapan pemerintah dan mintak untuk dihukum kerana Allah telah menutupi kesalahannya. Akan tetapi seandainya dia tetap ingin mengakui kesalahannya di hadapan pemerintah maka itu juga tidak mengapa. Termasuklah di sini, seseorang yang menyaksikan perbuatan zina atau seumpamanya, sedangkan tidak cukup saksi. Maka seharusnya dia tidak melaporkan kejadian tersebut dan tetap merahsiakannya. Seandainya dia tetap melaporkan kejadian tersebut, maka dialah yang akan menerima hukuman 80 sebatan. Prinsip ini jelas berbeza daripada teori kaunseling barat yang meminta orang yang di kaunseling untuk membuka seluas-luasnya seluruh cerita mengenai dirinya. Kita disuruh untuk memendam seluruh keaiban diri. Persoalan timbul, bagaimanakah caranya untuk mencari jalan keluar dari sesuatu permasalahan seandainya masalah tidak dapat dikongsi. Jawapannya, mungkin soalan tadi dapat kita umumkan dan tidak kita kaitkan dengan mana-mana peribadi. Begitu juga dengan cara menegur, boleh menggunakan kaedah yang umum supaya keaiban pihak yang ditujukan teguran itu ditutup. Mungkin ada yang masih berhujah, bagaimana kalau teguran secara umum tadi tidak berkesan? Perlu diingat, ada orang yang melakukan maksiat kerana dia tidak tahu, ada yang melakukannya kerana terlupa atau terlalai dan ada juga yang melakukannya disebabkan tidak tahan. Orang yang melakukan dosa disebabkan dia tidak mampu menahan godaan tadi, sedangkan dia tahu perbuatan itu merupakan dosa, dan dia cuba sedaya-upaya untuk menyembunyikan keaibannya itu, maka dosanya adalah dengan Allah SWT dan hak dia adalah keaibannya itu dilindungi seandainya secara tidak sengaja terbongkar.

Rasulullah SAW bersabda:
"Demi Allah ia tidak beriman, Demi Allah ia tidak beriman, Demi Allah ia tidak beriman." Orang bertanya, "Siapakah orang itu wahai Rasulullah?" Rasul menjawab, "Orang yang tidak aman jiran tetangganya kerana kejahatannya."
(HR Bukhari)

Mudah-mudahan kita tidak termasuk di dalam golongan yang menyebabkan tetangga kita merasa tidak aman dari kejahatan kita. Bayangkan suasana tempat tinggal yang kita berasa tidak aman dari tersebarnya keaiban diri kita. Tentu tidak selesa bukan? Betapa indahnya sistem kemasyarakatan yang telah Allah SWT buat untuk kita. Dilarang menzalimi, dilarang mendedahkan keaiban diri sendiri dan orang lain, dilarang mencari-cari kesalahan, dilarang mengumpat, dianjurkan saling memberi hadiah, dianjurkan menyebarkan salam, disuruh mendoakan orang yang bersin, disuruh memberi salam dan pelbagai lagi sarana yang Allah SWT tunjukkan pada kita dalam rangka mewujudkan masyarakat saling sayang-menyayangi dan kasih-mengasihi.

Rasulullah SAW bersabda:
"Tuhan menciptakan rasa kasih sayang itu seratus bahagian. Sembilan puluh sembilan dari padanya disimpan di sisi-Nya. Satu bahagian sahaja yang diturunkannya ke duna. Dengan kasih sayang itulah para makhluk saling berkasih sayang, sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terinjak."
(HR Bukhari)

"Siapa yang tidak mencintai tidak akan dicintai."
(HR Bukhari)

"Anda lihat orang-orang yang beriman itu dalam kasih mengasihi, saling cinta-mencintai dan saling tolong-menolong, seperti sebatang tubuh. Kalau ada satu anggota badan yang sakit, maka seluruh tubuh akan ikut menderita tidak dapat tidur dan kepanasan."
(HR Bukhari)

Benarlah firman-Nya:

 قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيم

"Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(Surah Al-Anfaal: Ayat 63)



Seandainya kita membelanjakan seluruh kekayaan yang ada di langit dan di bumi sekalipun, tak akan pernah terjadinya penyatuan hati antara dua orang sekalipun. Akan tetapi dengan berpandukan sistem yang DIA turunkan dan ajaran yang dibawa Rasulullah, maka lahirlah suatu kaum yang tak pernah di kenal dan tak pernah terbayang oleh manusia lantaran terlalu dalamnya kecintaan di antara sesama mereka. Mereka ibarat satu tubuh, tidak pernah terlintas untuk menyakiti tubuh yang lain. Tidak pernah terlintas untuk membiarkan tubuh yang lain. Tidak pernah menghina dan mencaci tubuh yang lain. Tidak pernah hilang kerjasama di antara mereka. Tidak pernah diam suatu anggota melihat anggota lain terzalimi. Begitulah kuat dan kukuhnya perhubungan di antara mereka.



"Iman seseorang hamba tidak akan sempurna sebelum ia meninggalkan kebohongan dalam bergurau dan meninggalkan riya', sekalipun benar."
~(H.R.Ahmad)~

02 September 2010

^(;Ramadhan Menyinari Alam & Rohani;)*

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


MUHASABAH RAMADHAN


Hari raya hari kemenangan
Hari kesyukuran dilimpahi kemuliaan
Di lipatan seni mehnah dilalui
Ada maksud murni yang lebih hakiki

Pada nafsu yang dilentur lapar dahaga
Pada fikiran disinar wahyu dan sabda
Pada hati bersih di solat terawih
Apakah semuanya telah dimiliki

Puasa mengajar erti ketabahan
Menghadap ujian berlandaskan iman
Puasa perisai yang sangat maknawi
Penyinkap hijab antara hamba dengan Illahi

Puasa sempurna menahan rohani dan rasa
Puasa sederhana menahan indera dan juga anggota
Puasa biasa hanya melawan lapar dan dahaga
Lalu di manakah puasa kita
Adakah masih di tahap lama

Lalu muhasabah di hujung Ramadhan
Sudahkah terbangun jiwa teguh dan kukuh
Atau kolam jiwa masih tercemar keruh
Bersembilu dosa duri angkara

Ketika bertahmid, bertakbir, bertasbih
Terasakah kita hamba Illahi
Yang hanya mampu mengukir tadbir
Sedangkan padaNya segala takdir
Nasyid oleh: Kumpulan UNIC





"Dan apabila menderita kesusahan dia bersabar, ini merupakan kebaikan baginya."
~(H.R.Muslim)~

*^Buat Saudaraku Yang Dikasihi^*

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


 Jadilah dirimu orang yang konsisten membaca Al-Quraan dikala manusia lain setia membaca majalah juga akhbar harian,

Jadilah dirimu orang yang sentiasa berzikir dan mengingatiNya dikala insan lain leka dengan hiburan dunia,

Jadilah dirimu orang yang mendambakan cintaNya dengan harapan dikala yang lain sibuk mengejar cinta manusia dan kehidupan,


Dan...

Jadilah kamu orang yang terbaik, mulia akhlaknya disaat pihak lain alpa dengan nikmat dan anugerahNya.




"Sesiapa yang memaafkan daripada membunuh balas ia tidak akan mendapatkan pahala melainkan syurga."
~(H.R.Al-Khatib)~