BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS �
Tiada Istimewa Melainkan Kelemahan Diri dan Segala Kebaikan Yang Wujud Dari Kepunyaan ILAHI. Hanya Kepada DIA Segala Penggantungan & Penyerahan Hidup dan Matiku.

Memaparkan catatan dengan label ReNuNGaN..MuHaSaBaH. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label ReNuNGaN..MuHaSaBaH. Papar semua catatan

25 Oktober 2010

..~Berakhirnya Duka Dengan Bahagia~..

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rujukan: AGAR menjadi PRIBADI yang RENDAH HATI dan DISENANGI



Ada seorang sahabat yang menemui seorang pemimpin yang alim, kaya dan sholeh.
Dia orang yang sangat sopan, terkenal menghargai setiap orang dan mempunyai pribadi yang sangat menyenangkan.

Ketika ditanya oleh sahabat tersebut apa TIPS agar dia mempunyai pribadi yang MENYENANGKAN, RENDAH HATI dan DISENANGI banyak orang, pemimpin yang sholeh itu menjawab:

” Saudara , saya SELALU mengHARGAi SETIAP ORANG, siapapun dia, dan saya SELALU mengHARGAi setiap KESEMPATAN”


  • "Jika saya berjumpa dengan ANAK-ANAK, saya menganggap anak-kanak itu LEBIH MULIA daripada saya, karena anak-kanak ini BELUM BANYAK melakukan DOSA daripada saya.”
  • ” Apabila saya bertemu dengan ORANG TUA, saya menganggap dia LEBIH MULIA  daripada saya karena dia sudah LEBIH LAMA  berIBADAH."
  • ”Jika saya berjumpa dengan ORANG ALIM, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena BANYAK ILMU yang telah mereka pelajari dan ketahui."
  • "Apabila saya berjumpa dengan RAKYATku, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena dia tidak akan DIMINTA PERTANGGUNG JAWABAN seberat saya, dan mungkin di mata Allah dia LEBIH MULIA karena lebih berTAKWA."
  • ”Apabila saya melihat ORANG JAHIL (BODOH), saya menganggap mereka LEBIH MULIA daripada saya karena mereka membuat DOSA dalam keJAHILan, sedangkan saya membuat DOSA dalam keadaan MENGETAHUI."
  • ”Jika saya melihat ORANG JAHAT, saya TIDAK menganggap kita LEBIH MULIA karena mungkin satu hari nanti dia akan INSAF dan BERTAUBAT atas kesalahannya sehingga dia DICINTAI oleh Allah."
  • ”Apabila saya bertemu dengan ORANG KAFIR, saya mengatkan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan DIBERI HIDAYAH oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan DIAMPUNI oleh Allah.”


Dan...
Karena sesungguhnya kita TIDAK TAHU apakah AKHIR HIDUP kita lebih LEBIH MULIA atau LEBIH HINA dari mereka.


Karena sesungguhnya kita TIDAK TAHU apakah kita akan mendapat AMPUNAN dan RAHMAT dari Allah sehingga nantinya menjadi penghuni SURGA, atau sebaliknya kita pada akhirnya TERPEROSOK  dalam DOSA di AKHIR HIDUP kita sehingga akhirnya masuk ke dalam NERAKA dan mereka SEBALIKNYA.


Karena KEMULIAAN yang sesungguhnya adalah bila dia selamat dari NERAKA dan dimasukkan oleh Allah ke dalam SURGA.


 Karena KEHIDUPAN DUNIA adalah FATAMORGANA yang MENIPU, dan  hanya Allah yang mengetaui KEMULIAAN seseorang."


Dan karena sesungguhnya Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam telah bersabda  (dari Abu Abdurahman Abdullah ibn Mas'ud ra) :


”Sesungguhnya seseorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari berupa air mani. Kemudian 40 hari menjadi segumpal darah, kemudian 40 menjadi sepotong daging.


Kemudian diutuslah seorang Malaikat untuk MENIUPKAN ROH kepadanya dan diperintah dengan 4 (macam) perintah, yaitu meNULISkan REZEKInya, AJALnya, AMALnya, dan CELAKAnya atau BAHAGIAnya.


Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI SURGA hingga tiada jarak antara dirinya dengan SURGA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI NERAKA, maka masuklah dia ke NERAKA.


Dan (ada pula) seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI NERAKA hingga tiada jarak antara dirinya dengan NERAKA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI SURGA, maka masuklah dia ke SURGA”


(HR. Bukhari, Muslim)


Akhirnya dengan mengangguk-angguk sahabat tadi berkata : "Subahnallah dengan HIKMAH ini semoga Engkau akan selalu MEMULIAKAN orang lain dan MEMULIAKAN KESEMPATAN , sehingga akan  DIMULIAKAN oleh Allah subhanahu wa ta'la"
Pemimpin tersebut menjawab : "Amin yaa Rabbal 'aalamiin"


Wallahu a'lam bish showab
Semoga dapat mengambil HIKMAH dan mengamalkannya




"Siapa yang akan diberi kebaikan (nikmat) oleh Allah diberikannya penderitaan (lebih dahulu)."
~(H.R.Bukhari)~

14 Oktober 2010

ALASAN @ HUKUMAN?.. Mari Selidiki Diri & Hati

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mari sahabat dikasihi Allah sekelian... bersama rungkai setiap persoalan dengan leraian terbaik tanpa menafi dan membiar ianya mengaburi kehidupan dan menggelapkan mata hati kita.

Selalunya...bila kita bersalah dan melakukan kesilapan, kita mengharap orang memaaf dan menerima diri kita, sebaliknya...adakah kita mudah untuk memaafi dan memberi peluang kepada insan lain memperbaiki menjadi lebih baik? Sesungguhnya Allah memiliki sifat-sifatnya yang sempurna. AL-GHAFFUR-Maha Pemaaf & AT-TAWWAB-Maha Penerima Taubat.
Setiap individu memerlukan kepada kasih sayang...ingin memberi dan menerima rasa cinta.. tetapi apakah kita lupa.. Allah AR-RAHMAN-Maha Pengasih & AR-RAHIM-Maha Penyayang yang mana segala rasa ini hanya dimiliki dan matlamat buat DIA AL-AWAL-Yang Awal & AL-AKHIR-Yang Akhir.
Bergelar manusia..pasti punyai kelemahan dan kekurangan. Dimana setiap di antara kita ingin kecantikan, kemewahan dan kesempurnaan. Namun apakah kita lupa bahawa DIA AL-HAMIID-Maha Terpuji segala kesempurnaan, kelebihan dan kebaikan adalah daripadaNya..Rabbal Alamin. Allah AL_NAFI'-Maha Pemberi Manfaat, maka redha dan bersyukur dengan kurniaanNYA.

Kita sering mengagung kebesaran pangkat, harta dan kedudukan kita.. tetapi kita alpa untuk mengagungkan RABB pada setiap tindakan perilaku dalam kehidupan harian kita. Mengejar duniawi sementara mengabai ukhrawi... Sedang ALLAH AL-AZIM-Maha Agung & AL-MAJID-Maha Mulia sepatutnya diperbesarkan oleh setiap kita yang bergelar hambaNya.
 
Manusia sering tewas dengan cinta dunia... terkadang lemah dengan ujian yang datang, tetapi Allah itu AL-WALLI-Maha Melindungi, AR-RASHID-Maha Membimbing..maka bermohon dan serahkan seluruh jiwa buat AL-WADUD-Maha Mencintai kerana sebaik-baik tempat penggantungan atas kesetiaan dan kebenaran adalah padaNYA AS-SOBBUR-Maha Penyabar.
Daripada setiap pergerakkan solah dan Asma' Allah...ana ingin mengajak sekelian pejuang-pejuang seperjalanan ana menghayati bersama apa hikmah dan teladan yang boleh diambil. Jika di kaji penciptaan dan nikmat yang dikurniakan daripadaNYA, banyak dan tidak terhitung walau dibanding seluas lautan.  

Terkadang kita terlena dibuai oleh keangkuhan dengan apa yang diperolehi. Walhal semua itu sementara dan tiada jaminan melainkan jihad kepadaNya melalui jalan ketaqwaan.


  
"Tiga jenis manusia yang tidak akan masuk ke syurga: Orang tua yang berbuat zina, pemimpin yang pendusta dan orang miskin yang sombong."
~(H.R.Al-Bazzar)~

05 Oktober 2010

..~Berakhirnya Duka Dengan Bahagia~..

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rujukan: AGAR menjadi PRIBADI yang RENDAH HATI dan DISENANGI



Ada seorang sahabat yang menemui seorang pemimpin yang alim, kaya dan sholeh.
Dia orang yang sangat sopan, terkenal menghargai setiap orang dan mempunyai pribadi yang sangat menyenangkan.

Ketika ditanya oleh sahabat tersebut apa TIPS agar dia mempunyai pribadi yang MENYENANGKAN, RENDAH HATI dan DISENANGI banyak orang, pemimpin yang sholeh itu menjawab:

” Saudara , saya SELALU mengHARGAi SETIAP ORANG, siapapun dia, dan saya SELALU mengHARGAi setiap KESEMPATAN”


  • "Jika saya berjumpa dengan ANAK-ANAK, saya menganggap anak-kanak itu LEBIH MULIA daripada saya, karena anak-kanak ini BELUM BANYAK melakukan DOSA daripada saya.”
  • ” Apabila saya bertemu dengan ORANG TUA, saya menganggap dia LEBIH MULIA  daripada saya karena dia sudah LEBIH LAMA  berIBADAH."
  • ”Jika saya berjumpa dengan ORANG ALIM, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena BANYAK ILMU yang telah mereka pelajari dan ketahui."
  • "Apabila saya berjumpa dengan RAKYATku, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena dia tidak akan DIMINTA PERTANGGUNG JAWABAN seberat saya, dan mungkin di mata Allah dia LEBIH MULIA karena lebih berTAKWA."
  • ”Apabila saya melihat ORANG JAHIL (BODOH), saya menganggap mereka LEBIH MULIA daripada saya karena mereka membuat DOSA dalam keJAHILan, sedangkan saya membuat DOSA dalam keadaan MENGETAHUI."
  • ”Jika saya melihat ORANG JAHAT, saya TIDAK menganggap kita LEBIH MULIA karena mungkin satu hari nanti dia akan INSAF dan BERTAUBAT atas kesalahannya sehingga dia DICINTAI oleh Allah."
  • ”Apabila saya bertemu dengan ORANG KAFIR, saya mengatkan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan DIBERI HIDAYAH oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan DIAMPUNI oleh Allah.”


Dan...
Karena sesungguhnya kita TIDAK TAHU apakah AKHIR HIDUP kita lebih LEBIH MULIA atau LEBIH HINA dari mereka.


Karena sesungguhnya kita TIDAK TAHU apakah kita akan mendapat AMPUNAN dan RAHMAT dari Allah sehingga nantinya menjadi penghuni SURGA, atau sebaliknya kita pada akhirnya TERPEROSOK  dalam DOSA di AKHIR HIDUP kita sehingga akhirnya masuk ke dalam NERAKA dan mereka SEBALIKNYA.


Karena KEMULIAAN yang sesungguhnya adalah bila dia selamat dari NERAKA dan dimasukkan oleh Allah ke dalam SURGA.


 Karena KEHIDUPAN DUNIA adalah FATAMORGANA yang MENIPU, dan  hanya Allah yang mengetaui KEMULIAAN seseorang."


Dan karena sesungguhnya Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam telah bersabda  (dari Abu Abdurahman Abdullah ibn Mas'ud ra) :


”Sesungguhnya seseorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari berupa air mani. Kemudian 40 hari menjadi segumpal darah, kemudian 40 menjadi sepotong daging.


Kemudian diutuslah seorang Malaikat untuk MENIUPKAN ROH kepadanya dan diperintah dengan 4 (macam) perintah, yaitu meNULISkan REZEKInya, AJALnya, AMALnya, dan CELAKAnya atau BAHAGIAnya.


Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI SURGA hingga tiada jarak antara dirinya dengan SURGA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI NERAKA, maka masuklah dia ke NERAKA.


Dan (ada pula) seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI NERAKA hingga tiada jarak antara dirinya dengan NERAKA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI SURGA, maka masuklah dia ke SURGA”


(HR. Bukhari, Muslim)


Akhirnya dengan mengangguk-angguk sahabat tadi berkata : "Subahnallah dengan HIKMAH ini semoga Engkau akan selalu MEMULIAKAN orang lain dan MEMULIAKAN KESEMPATAN , sehingga akan  DIMULIAKAN oleh Allah subhanahu wa ta'la"
Pemimpin tersebut menjawab : "Amin yaa Rabbal 'aalamiin"


Wallahu a'lam bish showab
Semoga dapat mengambil HIKMAH dan mengamalkannya




"Siapa yang akan diberi kebaikan (nikmat) oleh Allah diberikannya penderitaan (lebih dahulu)."
~(H.R.Bukhari)~